jam

Tentang Boven Digoel



Peta Kabupaten Boven Digoel (lama)

Kabupaten Boven Digoel (bahasa Belanda: boven berarti atas) adalah salah satu kabupaten di provinsi Papua, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Tanah Merah. Letak Kabupaten ini adalah 4o 98’ -  7o 10’ lintang selatan dan  139o 90’  -  1410   bujur timur.
Kabupaten Boven Digoel merupakan kabupaten baru yang dibentuk dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2002, sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Merauke, bersamaan dengan sejumlah kabupaten lain di bagian selatan, yakni Kabupaten Asmat dan Kabupaten Mappi.







Batas-batas wilayah :
Sebelah Utara : Kabupaten Pegunungan Bintang
Sebelah Selatan : Kabupaten Merauke
Sebelah Barat : Kabupaten Mappi
Sebelah Timur : Negara Papua Nugini


Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, Kabupaten Boven Digoel dahulu dikenal dengan sebutan Digul Atas dan merupakan tempat pengasingan tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia. Digul Atas terletak di tepi Sungai Digul Hilir, Tanah Papua bagian selatan.
Menurut Ensiklopedi Nasional Indonesia, Jilid 4, disebutkan Boven Digoel dipersiapkan dengan tergesa-gesa oleh Pemerintah Hindia Belanda untuk menampung tawanan pemberontakan PKI tahun 1926. Selanjutnya Boven Digoel digunakan sebagai tempat pembuangan pergerakan nasional dengan jumlah tawanan tercatat 1.308 orang. Di antara tokoh-tokoh pergerakan yang pernah dibuang ke sana antara lain Sayuti Melik (1937-1938), Mohammad Hatta (1935-1936), Muchtar Lutffi, Ilyas Yacub (tokoh Permi dan PSII Minangkabau) dan Sutan Syahrir.
Daerah seluas 10.000 hektare itu berawa-rawa, berhutan lebat dan sama sekali terasing, kecuali melalui laut. Di sepanjang tepian sungai berdiam berbagai suku (Papua) yang masih primitif. Karena sarana kesehatan tidak ada, penyakit menular sering berjangkit demikian pula penyakit malaria yang membawa banyak korban.
Tempat pembuangan tersebut terbagi atas beberapa bagian, yakni Tanah Merah, Gunung Arang (tempat penyimpanan batu bara), kawasan militer yang juga menjadi tempat petugas pemerintah dan Tanah Tinggi. Sewaktu rombongan pertama datang, Digul sama sekali belum merupakan daerah permukiman. Rombongan pertama sebanyak 1.300 orang, sebagian besar dari Pulau Jawa, diberangkatkan pada Januari 1927. Pada akhir Maret 1927 menyusul ratusan orang lain dari Sumatera. Mula-mula mereka ditempatkan di Tanah Merah. Dua tahun kemudian, melalui seleksi ketat, sebagian dipindahkan ke Tanah Tinggi.

Pada tahun-tahun pertama, ratusan orang meninggal karena kelaparan dan sakit. Penderitaan itu menyebabkan banyak orang buangan mencoba melarikan diri ke Australia. Mereka menggunakan perahu-perahu kecil buatan sendiri, tetapi sedikit saja yang berhasil. Sebagian terpaksa kembali, lainnya mati tenggelam.
Pada waktu Perang Pasifik meletus dan Jepang menduduki Indonesia, tawanan Boven Digoel diungsikan oleh Belanda ke Australia. Pemindahan itu didasari kekhawatiran tahanan akan memberontak jika tetap di Boven Digoel. Diharapkan orang-orang Indonesia yang dibawa ke Australia akan membantu Belanda. Ternyata tahanan politik itu memengaruhi serikat buruh Australia untuk memboikot kapal-kapal Belanda yang mendarat di Benua Kanguru. Nantinya setelah sekutu berhasil memperoleh kemenangan, tawanan itu dikembalikan ke tempat asalnya di Indonesia. 

Menara pengawas penjara

  
Salah Satu ruangan tahanan

Saat ini bangunan bekas penjara milik Belanda itu menjadi situs negara. Sayangnya penjara dan  situs-situs bersejarah lain yang ada di kabupaten ini tidak terawat dengan baik dan berada dalam kondisi yang memprihatinkan. Padahal banyak sekali peninggalan bersejarah yang berada di Kabupaten Boven Digoel yang merupakan kekayaan negara.


Daftar Distrik dan Desa (SK Tahun 2010)
No Distrik Desa
1. Jair Getentiri, Butiptiri, Asiki,Miri,Anggai
2. Subur Kaisa, Bhakti,Subur,Aiwat
3. Kia Meto,Ujungkia,Obinangge,Watemu,Kapohu
4. Mindiptana Epsembit,Umap,Imko,Anggumbit,Niyimbang,Andopbit, Tinggam,Osso,Kamka,Mindiptana,Wanggatkibi, Awayanka,Kakuna
5. Iniyandit Autriop,Ogenatan,Langgoan,Wariktoop,Tetop
6. Kombut Amuan,Mokbiran,Kawangtet,Kombut
7. Sesnuk Anggamburan,Sesnuk,Amboran,Kanggup,Yomkondo
8. Mandobo Persatuan,Sokanggo,Mawan,Mariam,Ampera
9. Fofi Bangun,Sadar,Makmur,Hamkhu,Hello,Domo, Sohokanggo,Navini
10. Arimop Patriot,Ginggimop,Maju,Ujung,Bukit,Arimbit,Aroa
11. Kouh Kouh,Jair,Mandobo
12. Bomakia Somi,Bomakia I,Bomakia II,Aifo,Uni
13. Firiwage Firiwage,Kabuwage,Karuwage,Waliburu
14. Manggelum Manggelum,Mangga Tiga,Kewam,Bayanggop,Gaguop, Burunggop
15. Yaniruma Yaniruma,Fefero,Manggemahe
16. Kawagit Biwage I,Biwage II,Kombay,Niop,Kawagit, Wanggom
17. Kombay Wanggemalo,Dema,Ugo,Yafufla,Sinimburu
18. Waropko Winiktit,Kanggewot,Upyetetko,Inggembit,Waropko, Wombon,Upkim,Wametkapa,Ikcan
19. Ambatkwi Anyumka,Kuken,Nyum/Awaken,Kolopkam,Arimbit
20. Ninati Ninati,Yetetkun,Kawaktetbut,Tembutka,Imka
Luas,Jumlah dan Kepadatan Penduduk Tahun 2010
No Distrik Luas (Km2) Penduduk (L,P,Jml) Kepadatan Penduduk (jiwa/Km2)
1. Jair 3061,73 9.998 7.484 17.482 5,71
2. Subur 2.660,09 644 580 1.224 0,46
3. Kia 2050,60 848 853 1.701 0,83
4. Mindiptana 448,17 1.939 1.683 3.622 8,08
5. Iniyandit 379,65 445 388 833 2,19
6. Kombut 660,93 337 354 691 1,05
7. Sesnuk 1306,63 1.198 904 2.102 1,61
8. Mandobo 2699,52 7.074 5.766 12.840 4,76
9. Fofi 2466,71 1.027 960 1.987 0,81
10. Arimop 1311,77 659 611 1.270 0,97
11. Kouh 467,25 591 595 1.186 2,54
12. Bomakia 1082,96 1.116 1.080 2.196 2,03
13. Firiwage 1219,98 530 558 1.088 0,89
14. Manggelum 1289,65 609 579 1.188 0,92
15. Yaniruma 1611,05 477 389 866 0,54
16. Kawagit 904,23 462 539 1.001 1,11
17. Kombay 830,92 691 572 1.263 1,52
18. Waropko 1086,97 1.072 838 1.910 1,76
19. Ambatkwi 1282,39 398 345 743 0,58
20. Ninati 287,07 293 298 591 2,06

0 komentar:

Poskan Komentar